Kisah Singkat Nabi Zakariya A.S.

"Bismi-llahi ar-rahmani ar-rahimi"
(Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang)


Nabi Zakariya A.S. adalah putra Barkhiya. Beliau termasuk Nabi-nabi Bani Israil. Beliau diutus oleh Allah kepada kaum Bani Israil untuk menuntun mereka beriman kepada Allah S.W.T.

Istri beliau bernama Elisabeth, namun sampai tua mereka tidak memiliki putra. Elisabeth memiliki saudara perempuan yang bernama Hannah. Suami Hannah bernama Imran termasuk salah seorang pemuka Bani Israil, dan mereka ini tidak memiliki anak pula. Lalu mereka berdoa kepada Allah S.W.T.  bila kelak memperoleh anak, maka anak itu akan diserahkan kepada Allah untuk mengabdi di Baitul Maqdis dan memelihara rumah suci itu.

Doa mereka diterima oleh Allah S.W.T., dan lahirlah seorang putri yang bernama Maryam. Namun ketika Maryam masih kecil ayahnya meninggal. Berdatanganlah orang ingin mengasuh Maryam, untuk itu diadakan undian, dan ternyata yang mendapat undian itu adalah Nabi Zakariya A.S. dan mulai saat itu Maryam diasuh oleh Nabi Zakariya.


Maryam semakin besar, dan terdapat tanda kemuliaan pada dirinya. Dan Nabi Zakariya semakin tua namun belum juga memiliki putra, sedangkan istri beliau tidak dapat memberikan keturunan, padahal keinginan Nabi Zakariya memperoleh putra besar sekali. Dikala beliau sedang beribadah, datanglah Malaikat Jibril memberi kabar gembira tentang kelahiran putra beliau.

Demikianlah dalam usia tua, istri beliau melahirkan seorang putra yang diberi nama Yahya. Setelah Yahya besar, maka beliau diutus oleh Allah untuk menjadi Rasul agar menuntun umatnya dalam beriman kepada Allah S.W.T.

Share

Popular Posts

Makalah Candi Prambanan

BAB I PENDAHULUAN I.          LATAR BELAKANG Sejarah Candi Prambanan Candi Prambanan merupakan kelompok candi yang dibangun oleh raja-raja Dinasti Sanjaya pada abad IX. Ditemukannya tulisan nama Pikatan pada candi menimbulkan pendapat bahwa candi ini dibangun oleh Rakai Pikatan yang kemudian diselesaikan oleh Rakai Balitung berdasarkan prasasti berangka 856 M “Prasasti Siwargrarha” sebagai manifest politik untuk meneguhkan kedudukannya sebagai raja yang besar.Prasasti Siwargrarha tahun 856 M yang dikeluarkan oleh Rakai Pikatan tidak diketahui asalnya, kini disimpan di Museum Nasional Jakart a. Pr asasti ini mulai menarik perhatian setelah J.G. De Casparis berhasil menguraikan dan membahasnya. Menurut Casparis ada 3 hal penting dalam prasati tersebut, yaitu: Bahasanya merupakan contoh tertua prasasti yang berangka tahun yang ditulis dalam puisi Jawa kuna; Isinya memuat bahan-bahan atau peristiwa-peristiwa sejarah yang sang...

Biografi Cut Nyak Dhien - Pahlawan Nasional Indonesia

Cut Nyak Dhien lahir di Lampadang, Kerajaan Aceh, 1848 , seorang Pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh yang berjuang melawan Belanda pada masa Perang Aceh, Cut Nyak Dhien dilahirkan dari keluarga bangsawan yang taat beragama di Aceh Besar, wilayah VI Mukim pada tahun 1848. Ayahnya bernama Teuku Nanta Setia , seorang uleebalang VI Mukim, yang juga merupakan keturunan Machmoed Sati, perantau dari Sumatera Barat. Machmoed Sati mungkin datang ke Aceh pada abad ke 18 ketika kesultanan Aceh diperintah oleh Sultan Jamalul Badrul Munir. Oleh sebab itu, Ayah dari Cut Nyak Dhien merupakan keturunan Minangkabau. Ibu Cut Nyak Dhien adalah putri uleebalang Lampagar. Pada masa kecilnya, Cut Nyak Dhien adalah anak yang cantik. Ia memperoleh pendidikan pada bidang agama (yang dididik oleh orang tua ataupun guru agama) dan rumah tangga (memasak, melayani suami, dan yang menyangkut kehidupan sehari-hari yang dididik baik oleh orang tuanya). Banyak laki-laki yang suka pada Cut Nyak Dhien dan berus...

Biografi Pangeran Antasari

Pangeran Antasari (lahir di Kayu Tangi, Banjar, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, 1797 atau 1809 – meninggal di Bayan Begok, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, 11 Oktober 1862 pada umur 53 tahun) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Sebagai seorang pangeran, ia merasa prihatin menyaksikan kesultanan Banjar yang ricuh karena campur tangan Belanda pada kesultanan semakin besar. Gerakan-gerakan rakyat timbul di pedalaman Banjar. Pangeran Antasari diutus menyelidiki gerakan-gerakan rakyat yang sedang bergolak. Ia meninggal karena penyakit paru-paru dan cacar di pedalaman sungai Barito, Kalimantan Tengah. Kerangkanya dipindahkan ke Banjarmasin dan dimakamkan kembali di Taman Makam Perang Banjar Banjarmasin Utara, Banjarmasin. Perjuangan beliau dilanjutkan oleh puteranya Sultan Muhammad Seman dan mangkubumi Panembahan Muda (Pangeran Muhammad Said) serta cucunya Pangeran Perbatasari (Sultan Muda) dan Ratu Zaleha. Pada 14 Maret 1862, beliau dinobatkan...

Kisah Singkat Nabi Zakariya A.S.

"Bismi-llahi ar-rahmani ar-rahimi"
(Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang)


Nabi Zakariya A.S. adalah putra Barkhiya. Beliau termasuk Nabi-nabi Bani Israil. Beliau diutus oleh Allah kepada kaum Bani Israil untuk menuntun mereka beriman kepada Allah S.W.T.

Istri beliau bernama Elisabeth, namun sampai tua mereka tidak memiliki putra. Elisabeth memiliki saudara perempuan yang bernama Hannah. Suami Hannah bernama Imran termasuk salah seorang pemuka Bani Israil, dan mereka ini tidak memiliki anak pula. Lalu mereka berdoa kepada Allah S.W.T.  bila kelak memperoleh anak, maka anak itu akan diserahkan kepada Allah untuk mengabdi di Baitul Maqdis dan memelihara rumah suci itu.

Doa mereka diterima oleh Allah S.W.T., dan lahirlah seorang putri yang bernama Maryam. Namun ketika Maryam masih kecil ayahnya meninggal. Berdatanganlah orang ingin mengasuh Maryam, untuk itu diadakan undian, dan ternyata yang mendapat undian itu adalah Nabi Zakariya A.S. dan mulai saat itu Maryam diasuh oleh Nabi Zakariya.


Maryam semakin besar, dan terdapat tanda kemuliaan pada dirinya. Dan Nabi Zakariya semakin tua namun belum juga memiliki putra, sedangkan istri beliau tidak dapat memberikan keturunan, padahal keinginan Nabi Zakariya memperoleh putra besar sekali. Dikala beliau sedang beribadah, datanglah Malaikat Jibril memberi kabar gembira tentang kelahiran putra beliau.

Demikianlah dalam usia tua, istri beliau melahirkan seorang putra yang diberi nama Yahya. Setelah Yahya besar, maka beliau diutus oleh Allah untuk menjadi Rasul agar menuntun umatnya dalam beriman kepada Allah S.W.T.

Share