Makalah Pencemaran Udara

MAKALAH PENCEMARAN UDARA

BAB I
PENDAHULUAN


A.           Latar Belakang Masalah
Dalam Diktum yang digunakan sebagai dasar perkembangan untuk peraturan pemerintah republik Indonesia Nomor 41 tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran udara di sebutkan :
1.        Bahwa udara sebagai sumber daya alam yang mempengaruhi kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya harus di jaga dan di pelihara kelestarian fungsinya untuk pemeliharaan kesehatan dan kesejahteraan manusi serta perlindungan bagi makhluk hidup lainnya.
2.        Bahwa agar udara dapat bermanfaat sebesar-besarnya bagi pelestarian fungsi lingkungan hidup, maka udara perlu dipelihara, di jaga dan dijamin mutunya melalui pengendalian pencemaran udara

Setiap waktu kita bernafas, seorang dewasa rata-rata menghirup lebih dari 3.000 gallon (11,4 m3) udara setiap hari. Udara yang kita hirup, jika tercemar oleh bahan berbahaya dan beracun, akan berdampak seriu pada kesehatan kita, terutama anak-anak yang lebih banyak bermain di udara terbuka dan lebih rentan daya tahan tubuhnya. Walaupun tidak terlihat oleh kasat mata, pencemaran diudara mengancam kehidupan kita dan makhluk hidup lainnya.
Organisasi kesehatan dunia (WHO) memperkirakan bahwa 70% penduduk kota di dunia pernah sesekali menghirup udara yang tidak sehat, sedangkan 10% lainnya menghirup udara yang bersifat “Marjinal”. Bahwa di AS, yang tingkat pencemaran udaranya cenderung lebih rendah dari pada di kota-kota di Negara berkembang, studi oleh para peneliti di Universitas Harvard menunjukkan bahwa kematian akibat pencemaran udara berjumlah antara 50.000 dan 100.000 per tahun. Hal itulah yang membuat kami merasa tertarik untuk mengangkat sebuah masalah pencemaran udara terhadap kesehatan makhluk hidup di dunia.


B.            Rumusan Masalah
Setelah melihat pemaparan latar belakang diatas, kami merumuskan beberapa hal yang dijadikan rumusan masalah dalam makalah ini antara lain:
1.      Apakah pengertian pencemaran udara ?
2.      Apa pengaruh pencemaran udara ?
3.      Bagaimanakah klasifikasi pencemaran udara itu ?
4.      Apakah jenis-jenis dan penyebab utama terjadinya pencemaran udara ?
5.      Seperti apakah dampak pencemaran udara, dan bagaimana cara mengatasinya ?

C.           Tujuan Penulisan
Dalam penulisan suatu makalah tentunya  harus   memiliki  beberapa  hal yang direncanakan sebagai tujuan penulisan. Adapun tujuan penulisan makalah ini ialah :
1.      Untuk memnuhi tugas Bahasa Indonesia.
2.      Menambaha pengetahuan tentang pencemaran udara.
3.      Cara mengatasi pencemaran udara.





BAB II
PEMBAHASAN

A.           Pengertian Pencemaran Udara
Pencemaran udara diartikan sebagai adanya bahan - bahan atau zat - zat asing di dalam udara yang menyebabkan perubahan susunan (komposisi) udara dari keadaan normalnya.
Kehadiran bahan atau zat asing di dalam udara dalam jumlah tertentu serta dalam waktu yang cukup lama, akan dapat mengganggu kehidupan manusia, hewan dan binatang. Bila keadaan seperti tersebut terjadi, maka udara dikatakan telah tercemar.
Udara merupakan campuran beberapa macam gas yang perbandingannya tidak tetap, tergantung pada keadaan suhu udara, tekanan udara dan lingkungannya. Udara adalah juga atmosfir yang berada disekeliling bumi yang fungsinya sangat penting bagi kehidupan di dunia ini. Dalam udara terdapat oksigen (O2) untuk bernafas, karbondioksida (CO2) untuk proses fotosintesis oleh khlorofil daun dan ozone (O3) untuk menahan sinar ultra-violet.Susunan (komposisi) udara bersih dan kering, kira - kira tersusun oleh :
Nitrogen                    (N2)                             =     78,09 % volume
Oksigen                     (O2)                             =     21,94 %
Argon                        (Ar)                             =       0,93 %
Karbondioksida       (CO2)                            =       0,032 %
Zat lain yang terdapat dalam udara antara lain gas - gas mulia, nitrogen oksida, hidrogen, methana, belerang dioksida, amonia dan lain-lain.
B.            Pengaruh Pencemaran Udara
1.             Pada sistim pernapasan (Respiracy System)
Udara tercemar masuk ke dalam tubuh melalui mulut sampai ke paru - paru kemudian terserap ke dalam aliran darah, menetap atau dapat disingkirkan dari paru - paru oleh sel rambut halus. Polutan gas dan partikel dapat merusak sistim pernapasan.
2.             Efek pada tanaman.
Tanaman akan rusak akibat pencemaran udara dalam tiga cara, yaitu :
a)    Necrosis (daun rontok)
b)    Chlorosis (luntur atau perubahan warna pada daun)
c)    Perubahan pertumbuhan (alteration in grouts)
Penyebabnya adalah,
-          Belerang dioksida menyebabkan warna polos pada daun, kerusakan rumput dan juga tanaman kapas, gandum dan apel, dll.
-          Fluorida juga menyebabkan Necrosis pada ujung-ujung daun.
-          Peroxy Asil Nitrat (PAN) menyebabkan daun-daun berwarna bronze (kelabu)

3.             Efek pada binatang
Selain manusia, polusi/pencemaran udara juga mengakibatkan kematian pada binatang. Dimulai dari Donora dimana 20 % burung kenari dan 15 % dari anjing terinfeksi dan mati. Di Mexico sejumlah burung kenari, ayam, babi, angsa, bebek, anjing menjadi mati karena hidrogen sulfat dan juga pada daerah - daerah lain. Racun kronik umumnya diakibatkan dari tanaman yang telah terkontaminasi oleh polutan lalu dimakan oleh binatang sehingga menyebabkan kematian. Polutan yang terutama penyebab kematian adalah arsenik, timah dan molybdenum.
Akibat Pada Material
Akibat yang paling umum dari polusi udara pada material adalah mengotori permukaan bangunan, pakaian dan benda - benda lain.
Selain itu ada beberapa akibat dari pengotoran material yaitu,
a.         Pengotoran dari endapan asap akan menyebabkan pemudaran warna dan penggelapan permukaan material.
b.        Efek dari polusi udara pada logam adalah mempercepat korosi.
c.         Efek lain dari asap (smoke) pada karet akan menyebabkan peretakan karet.
d.        Efek sulfur pada pakaian dapat menyebabkan perubahan warna, luntur/pemudaran warna.
e.         Hidrogen sulfat bereaksi dengan timah akan menyebabkan warna kelabu dan hitam pada material

4.             Akibat Pada Atmosfer
Pengaruh langsung polusi udara khususnya partikulat adalah mengurangi penglihatan (visibility) pada pilot pesawat udara, sehingga menyulitkan pesawat untuk mendarat (landing) dan lepas landas (take-off).
Penyebabnya adalah karbondioksida sisa dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi, batubara, dan lain-lain).Selain itu pengaruh dari CO2 juga dapat mempengaruhi iklim/cuaca pada permukaan bumi.

C.           Klasifikasi Pencemaran Udara
1.        Pencemar primer         : pencemar yang di timbulkan langsung dari sumber pencemaran udara.
2.        Pencemar sekunder     : pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer.
Contoh:  Sulfur dioksida, Sulfur monoksida dan uap air akan menghasilkan asam sulfurik.

D.           Jenis-Jenis Dan Penyebab Utama Pencemaran Udara
Jenis-jenis Bahan Pencemar :
-          Karbon monoksida (CO)
-          Nitrogen dioksida (N02)
-          Sulfur Dioksida (S02)
-          CFC
-          Karbon dioksida (CO2)
-          Ozon (03 )
-          Benda Partikulat (PM)
-          Timah (Pb)
-          HydroCarbon (HC)

Penyebab Utama Pencemaran Udara :
Di kota besar sangat sulit untuk mendapat udara yang segar, diperkirakan 70 % pencemaran yang terjadi adalah akibat adanya kendaraan bermotor.
Contoh : di Jakarta antara tahun 1993-1997 terjadi peningkatan jumlah kendaraan berupa :
-          Sepeda motor 207 %
-          Mobil penumpang 177 %
-          Mobil barang 176 %
-          Bus 138 %
Di Indonesia sekarang ini kurang lebih 70% pencemaran udara di sebabkan emisi kendaraan bermotor kendaraan bermotor mengeluarkan. zat-zat berbahaya yang dapat menimbulkan dampak negative, baik terhadap kesehatan manusia maupun terhadap lingkungan, seperti timbal/timah hitam (Pb). Kendaraan bermotor menyumbang hampir 100% timbal. Yang dapat menyebabakan terganggunya aktifitas manusia dalam bekerja dan juga mengerjakan apa yang seharusnya dilakukan.

E.            Dampak Pencemaran Udara Dan Cara Mengatasinya
Dampak Pencemaran Udara :
-          Penipisan Ozon
-          Pemanasan Global ( Global Warming )
-          Penyakit pernapasan, misalnya : jantung, paru-paru dan tenggorokan
-          Terganggunya fungsi reproduksi
-          Stres dan penurunan tingkat produktivitas
-          Kesehatan dan penurunan kemampuan mental anak-anak
-          Penurunan tingkat kecerdasan (IQ) anak-anak.
-          Untuk melindungi masyarakat terhadap bahaya polusi udara, maka perlu dilakukan usaha-usaha sebagai berikut, antara lain :
1.         Setiap pabrik diwajibkan melakukan pengolahan terlebih dahulu terhadap asap pabriknya sebelum di buang ke udara bebas. Pengolahan yang dapat dilakukan adalah :
a.       Untuk udara yang mengandung gas atau uap :
-       Dengan cara mencuci, yaitu udara dialirkan ke dalam air atau cairan yang mudah bereaksi dengan gas atau uap yang terdapat dalam udara kotor tersebut sehingga terikat.
-       Dengan jalan membakar, yaitu udara yang kotor di lewatkan pada alat pembakar agar terbakar semua.
b.      Untuk udara yang mengandung debu atau alcohol :
-       Udara kotor yang akan di buang di alirkan dalam satu kamar khusus, yang di sebut kamar pengendap agar debu-debunya mengendap.
-       Udara kotor dilewatkan pada alat khusus perangkap kelembapan sehingga partikel yang ada didalam nya tidak ikut bersama aliran udara.
-       Udara kotor di lewatkan pada ruangan khusus secara melingkar-lingkar (cyclone) sehingga partikel yang terdapat di dalamnya melekat di dinding.
-       Dengan presipitasi dinamis, alat yang bentuknya seperti baling-balingyang menyebabkan partikel-partikel yang terdapat pada udara kotor terhempas dan terkumpul di sekitar baling-baling.
-       Partikel-partikel yang terdapat dalam udara kotor di saring dengan suatu filter khusus.
-       Partikel dalam udara kotor di endapkan secara elektrik karena adanya perbedaan tegangan listrik diantara dua kutub listrik.
2.         Untuk kendaraan bermotor, digunakan bahan bakar yang sedikitnya mencemari udara, seperti bahan bakar gas atau bahan bakar sinar matahari. Bagi kendaraan bermotor yang sisa pembakarannya lebih banyak, sebaiknya menggunakan jalan-jalan di pinggir kota.
3.         Melakukan penghijauan kota, karena tumbuh-tumbuhan dapat menghasilkan oksigen pada siang hari di samping menyerap karbon dioksida dari udara. Oleh alam, hujan yang turun menyebabkan kotoran di udara berkurang dan angin akan menyebabkan kotoran di udara tersebar luas, sehingga tidak terkonsentrasi pada daerah tertentu.




BAB III
PENUTUP

A.           Kesimpulan
Pencemaran udara dapat berasal dari udara itu sendiri, asap kendaraan bermotor, asap pabrik, efek rumah kaca adalah sumber-sumber pencemaran udara. Berbagai zat kimia yang berbahaya dapat merusak kesehatan kita, penyakit-penyakit dapat timbul karena efek pencemaran udara. Selain penyakit, dari segi ekonomi, pendidikan dan sosial budaya penecemaran udara dapat memberikan efek negatif, dan memberikan hal yang tidak baik untuk masa depan negara kita.
Maka dari itu perlu adanya perubahan peraturan dari pemerintah dalam hal pengaturan pengelolaan limbah pabrik dan jumlah kendaraan bermotor. Jumlah kendaraan bermotor yang semakin banyak diiringi oleh jumlah masyarakat yang semakin banyak dapat memperparah pencemaran udara.
Usaha yang keras juga harus juga dimiliki oleh warga negara, karena tanpa usaha tersebut maka walaupun pemerintah berusaha yang keras tidak akan memberikan hasil yang maksimal sehingga dapat menyegarkan bumi kita kembali seperti dulu kala.

B.            Saran
Saran yang dapat diambil dari makalah ini adalah :
-          Pengurangan efek rumah kaca
-          Reboisasi hutan yang gundul
-          Pengurangan jumlah kendaraan bermotor, dan standarisasi emisi gas buang kendaraan bermotor.
-          Penanaman hutan kota
-          Peningkatan jumlah kendaraan massal
-          Pengurangan jumlah industri yang dapat menyebabkan pencemaran udara dan peraturan yang dipertegas
DAFTAR PUSTAKA


Buku “Lingkungan Hidup”, Mahkota Offset – Jakarta.

Share

Popular Posts

Makalah Candi Prambanan

BAB I PENDAHULUAN I.          LATAR BELAKANG Sejarah Candi Prambanan Candi Prambanan merupakan kelompok candi yang dibangun oleh raja-raja Dinasti Sanjaya pada abad IX. Ditemukannya tulisan nama Pikatan pada candi menimbulkan pendapat bahwa candi ini dibangun oleh Rakai Pikatan yang kemudian diselesaikan oleh Rakai Balitung berdasarkan prasasti berangka 856 M “Prasasti Siwargrarha” sebagai manifest politik untuk meneguhkan kedudukannya sebagai raja yang besar.Prasasti Siwargrarha tahun 856 M yang dikeluarkan oleh Rakai Pikatan tidak diketahui asalnya, kini disimpan di Museum Nasional Jakart a. Pr asasti ini mulai menarik perhatian setelah J.G. De Casparis berhasil menguraikan dan membahasnya. Menurut Casparis ada 3 hal penting dalam prasati tersebut, yaitu: Bahasanya merupakan contoh tertua prasasti yang berangka tahun yang ditulis dalam puisi Jawa kuna; Isinya memuat bahan-bahan atau peristiwa-peristiwa sejarah yang sang...

Biografi Cut Nyak Dhien - Pahlawan Nasional Indonesia

Cut Nyak Dhien lahir di Lampadang, Kerajaan Aceh, 1848 , seorang Pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh yang berjuang melawan Belanda pada masa Perang Aceh, Cut Nyak Dhien dilahirkan dari keluarga bangsawan yang taat beragama di Aceh Besar, wilayah VI Mukim pada tahun 1848. Ayahnya bernama Teuku Nanta Setia , seorang uleebalang VI Mukim, yang juga merupakan keturunan Machmoed Sati, perantau dari Sumatera Barat. Machmoed Sati mungkin datang ke Aceh pada abad ke 18 ketika kesultanan Aceh diperintah oleh Sultan Jamalul Badrul Munir. Oleh sebab itu, Ayah dari Cut Nyak Dhien merupakan keturunan Minangkabau. Ibu Cut Nyak Dhien adalah putri uleebalang Lampagar. Pada masa kecilnya, Cut Nyak Dhien adalah anak yang cantik. Ia memperoleh pendidikan pada bidang agama (yang dididik oleh orang tua ataupun guru agama) dan rumah tangga (memasak, melayani suami, dan yang menyangkut kehidupan sehari-hari yang dididik baik oleh orang tuanya). Banyak laki-laki yang suka pada Cut Nyak Dhien dan berus...

Biografi Pangeran Antasari

Pangeran Antasari (lahir di Kayu Tangi, Banjar, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, 1797 atau 1809 – meninggal di Bayan Begok, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, 11 Oktober 1862 pada umur 53 tahun) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Sebagai seorang pangeran, ia merasa prihatin menyaksikan kesultanan Banjar yang ricuh karena campur tangan Belanda pada kesultanan semakin besar. Gerakan-gerakan rakyat timbul di pedalaman Banjar. Pangeran Antasari diutus menyelidiki gerakan-gerakan rakyat yang sedang bergolak. Ia meninggal karena penyakit paru-paru dan cacar di pedalaman sungai Barito, Kalimantan Tengah. Kerangkanya dipindahkan ke Banjarmasin dan dimakamkan kembali di Taman Makam Perang Banjar Banjarmasin Utara, Banjarmasin. Perjuangan beliau dilanjutkan oleh puteranya Sultan Muhammad Seman dan mangkubumi Panembahan Muda (Pangeran Muhammad Said) serta cucunya Pangeran Perbatasari (Sultan Muda) dan Ratu Zaleha. Pada 14 Maret 1862, beliau dinobatkan...

Makalah Pencemaran Udara

MAKALAH PENCEMARAN UDARA

BAB I
PENDAHULUAN


A.           Latar Belakang Masalah
Dalam Diktum yang digunakan sebagai dasar perkembangan untuk peraturan pemerintah republik Indonesia Nomor 41 tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran udara di sebutkan :
1.        Bahwa udara sebagai sumber daya alam yang mempengaruhi kehidupan manusia serta makhluk hidup lainnya harus di jaga dan di pelihara kelestarian fungsinya untuk pemeliharaan kesehatan dan kesejahteraan manusi serta perlindungan bagi makhluk hidup lainnya.
2.        Bahwa agar udara dapat bermanfaat sebesar-besarnya bagi pelestarian fungsi lingkungan hidup, maka udara perlu dipelihara, di jaga dan dijamin mutunya melalui pengendalian pencemaran udara

Setiap waktu kita bernafas, seorang dewasa rata-rata menghirup lebih dari 3.000 gallon (11,4 m3) udara setiap hari. Udara yang kita hirup, jika tercemar oleh bahan berbahaya dan beracun, akan berdampak seriu pada kesehatan kita, terutama anak-anak yang lebih banyak bermain di udara terbuka dan lebih rentan daya tahan tubuhnya. Walaupun tidak terlihat oleh kasat mata, pencemaran diudara mengancam kehidupan kita dan makhluk hidup lainnya.
Organisasi kesehatan dunia (WHO) memperkirakan bahwa 70% penduduk kota di dunia pernah sesekali menghirup udara yang tidak sehat, sedangkan 10% lainnya menghirup udara yang bersifat “Marjinal”. Bahwa di AS, yang tingkat pencemaran udaranya cenderung lebih rendah dari pada di kota-kota di Negara berkembang, studi oleh para peneliti di Universitas Harvard menunjukkan bahwa kematian akibat pencemaran udara berjumlah antara 50.000 dan 100.000 per tahun. Hal itulah yang membuat kami merasa tertarik untuk mengangkat sebuah masalah pencemaran udara terhadap kesehatan makhluk hidup di dunia.


B.            Rumusan Masalah
Setelah melihat pemaparan latar belakang diatas, kami merumuskan beberapa hal yang dijadikan rumusan masalah dalam makalah ini antara lain:
1.      Apakah pengertian pencemaran udara ?
2.      Apa pengaruh pencemaran udara ?
3.      Bagaimanakah klasifikasi pencemaran udara itu ?
4.      Apakah jenis-jenis dan penyebab utama terjadinya pencemaran udara ?
5.      Seperti apakah dampak pencemaran udara, dan bagaimana cara mengatasinya ?

C.           Tujuan Penulisan
Dalam penulisan suatu makalah tentunya  harus   memiliki  beberapa  hal yang direncanakan sebagai tujuan penulisan. Adapun tujuan penulisan makalah ini ialah :
1.      Untuk memnuhi tugas Bahasa Indonesia.
2.      Menambaha pengetahuan tentang pencemaran udara.
3.      Cara mengatasi pencemaran udara.





BAB II
PEMBAHASAN

A.           Pengertian Pencemaran Udara
Pencemaran udara diartikan sebagai adanya bahan - bahan atau zat - zat asing di dalam udara yang menyebabkan perubahan susunan (komposisi) udara dari keadaan normalnya.
Kehadiran bahan atau zat asing di dalam udara dalam jumlah tertentu serta dalam waktu yang cukup lama, akan dapat mengganggu kehidupan manusia, hewan dan binatang. Bila keadaan seperti tersebut terjadi, maka udara dikatakan telah tercemar.
Udara merupakan campuran beberapa macam gas yang perbandingannya tidak tetap, tergantung pada keadaan suhu udara, tekanan udara dan lingkungannya. Udara adalah juga atmosfir yang berada disekeliling bumi yang fungsinya sangat penting bagi kehidupan di dunia ini. Dalam udara terdapat oksigen (O2) untuk bernafas, karbondioksida (CO2) untuk proses fotosintesis oleh khlorofil daun dan ozone (O3) untuk menahan sinar ultra-violet.Susunan (komposisi) udara bersih dan kering, kira - kira tersusun oleh :
Nitrogen                    (N2)                             =     78,09 % volume
Oksigen                     (O2)                             =     21,94 %
Argon                        (Ar)                             =       0,93 %
Karbondioksida       (CO2)                            =       0,032 %
Zat lain yang terdapat dalam udara antara lain gas - gas mulia, nitrogen oksida, hidrogen, methana, belerang dioksida, amonia dan lain-lain.
B.            Pengaruh Pencemaran Udara
1.             Pada sistim pernapasan (Respiracy System)
Udara tercemar masuk ke dalam tubuh melalui mulut sampai ke paru - paru kemudian terserap ke dalam aliran darah, menetap atau dapat disingkirkan dari paru - paru oleh sel rambut halus. Polutan gas dan partikel dapat merusak sistim pernapasan.
2.             Efek pada tanaman.
Tanaman akan rusak akibat pencemaran udara dalam tiga cara, yaitu :
a)    Necrosis (daun rontok)
b)    Chlorosis (luntur atau perubahan warna pada daun)
c)    Perubahan pertumbuhan (alteration in grouts)
Penyebabnya adalah,
-          Belerang dioksida menyebabkan warna polos pada daun, kerusakan rumput dan juga tanaman kapas, gandum dan apel, dll.
-          Fluorida juga menyebabkan Necrosis pada ujung-ujung daun.
-          Peroxy Asil Nitrat (PAN) menyebabkan daun-daun berwarna bronze (kelabu)

3.             Efek pada binatang
Selain manusia, polusi/pencemaran udara juga mengakibatkan kematian pada binatang. Dimulai dari Donora dimana 20 % burung kenari dan 15 % dari anjing terinfeksi dan mati. Di Mexico sejumlah burung kenari, ayam, babi, angsa, bebek, anjing menjadi mati karena hidrogen sulfat dan juga pada daerah - daerah lain. Racun kronik umumnya diakibatkan dari tanaman yang telah terkontaminasi oleh polutan lalu dimakan oleh binatang sehingga menyebabkan kematian. Polutan yang terutama penyebab kematian adalah arsenik, timah dan molybdenum.
Akibat Pada Material
Akibat yang paling umum dari polusi udara pada material adalah mengotori permukaan bangunan, pakaian dan benda - benda lain.
Selain itu ada beberapa akibat dari pengotoran material yaitu,
a.         Pengotoran dari endapan asap akan menyebabkan pemudaran warna dan penggelapan permukaan material.
b.        Efek dari polusi udara pada logam adalah mempercepat korosi.
c.         Efek lain dari asap (smoke) pada karet akan menyebabkan peretakan karet.
d.        Efek sulfur pada pakaian dapat menyebabkan perubahan warna, luntur/pemudaran warna.
e.         Hidrogen sulfat bereaksi dengan timah akan menyebabkan warna kelabu dan hitam pada material

4.             Akibat Pada Atmosfer
Pengaruh langsung polusi udara khususnya partikulat adalah mengurangi penglihatan (visibility) pada pilot pesawat udara, sehingga menyulitkan pesawat untuk mendarat (landing) dan lepas landas (take-off).
Penyebabnya adalah karbondioksida sisa dari pembakaran bahan bakar fosil (minyak bumi, batubara, dan lain-lain).Selain itu pengaruh dari CO2 juga dapat mempengaruhi iklim/cuaca pada permukaan bumi.

C.           Klasifikasi Pencemaran Udara
1.        Pencemar primer         : pencemar yang di timbulkan langsung dari sumber pencemaran udara.
2.        Pencemar sekunder     : pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer.
Contoh:  Sulfur dioksida, Sulfur monoksida dan uap air akan menghasilkan asam sulfurik.

D.           Jenis-Jenis Dan Penyebab Utama Pencemaran Udara
Jenis-jenis Bahan Pencemar :
-          Karbon monoksida (CO)
-          Nitrogen dioksida (N02)
-          Sulfur Dioksida (S02)
-          CFC
-          Karbon dioksida (CO2)
-          Ozon (03 )
-          Benda Partikulat (PM)
-          Timah (Pb)
-          HydroCarbon (HC)

Penyebab Utama Pencemaran Udara :
Di kota besar sangat sulit untuk mendapat udara yang segar, diperkirakan 70 % pencemaran yang terjadi adalah akibat adanya kendaraan bermotor.
Contoh : di Jakarta antara tahun 1993-1997 terjadi peningkatan jumlah kendaraan berupa :
-          Sepeda motor 207 %
-          Mobil penumpang 177 %
-          Mobil barang 176 %
-          Bus 138 %
Di Indonesia sekarang ini kurang lebih 70% pencemaran udara di sebabkan emisi kendaraan bermotor kendaraan bermotor mengeluarkan. zat-zat berbahaya yang dapat menimbulkan dampak negative, baik terhadap kesehatan manusia maupun terhadap lingkungan, seperti timbal/timah hitam (Pb). Kendaraan bermotor menyumbang hampir 100% timbal. Yang dapat menyebabakan terganggunya aktifitas manusia dalam bekerja dan juga mengerjakan apa yang seharusnya dilakukan.

E.            Dampak Pencemaran Udara Dan Cara Mengatasinya
Dampak Pencemaran Udara :
-          Penipisan Ozon
-          Pemanasan Global ( Global Warming )
-          Penyakit pernapasan, misalnya : jantung, paru-paru dan tenggorokan
-          Terganggunya fungsi reproduksi
-          Stres dan penurunan tingkat produktivitas
-          Kesehatan dan penurunan kemampuan mental anak-anak
-          Penurunan tingkat kecerdasan (IQ) anak-anak.
-          Untuk melindungi masyarakat terhadap bahaya polusi udara, maka perlu dilakukan usaha-usaha sebagai berikut, antara lain :
1.         Setiap pabrik diwajibkan melakukan pengolahan terlebih dahulu terhadap asap pabriknya sebelum di buang ke udara bebas. Pengolahan yang dapat dilakukan adalah :
a.       Untuk udara yang mengandung gas atau uap :
-       Dengan cara mencuci, yaitu udara dialirkan ke dalam air atau cairan yang mudah bereaksi dengan gas atau uap yang terdapat dalam udara kotor tersebut sehingga terikat.
-       Dengan jalan membakar, yaitu udara yang kotor di lewatkan pada alat pembakar agar terbakar semua.
b.      Untuk udara yang mengandung debu atau alcohol :
-       Udara kotor yang akan di buang di alirkan dalam satu kamar khusus, yang di sebut kamar pengendap agar debu-debunya mengendap.
-       Udara kotor dilewatkan pada alat khusus perangkap kelembapan sehingga partikel yang ada didalam nya tidak ikut bersama aliran udara.
-       Udara kotor di lewatkan pada ruangan khusus secara melingkar-lingkar (cyclone) sehingga partikel yang terdapat di dalamnya melekat di dinding.
-       Dengan presipitasi dinamis, alat yang bentuknya seperti baling-balingyang menyebabkan partikel-partikel yang terdapat pada udara kotor terhempas dan terkumpul di sekitar baling-baling.
-       Partikel-partikel yang terdapat dalam udara kotor di saring dengan suatu filter khusus.
-       Partikel dalam udara kotor di endapkan secara elektrik karena adanya perbedaan tegangan listrik diantara dua kutub listrik.
2.         Untuk kendaraan bermotor, digunakan bahan bakar yang sedikitnya mencemari udara, seperti bahan bakar gas atau bahan bakar sinar matahari. Bagi kendaraan bermotor yang sisa pembakarannya lebih banyak, sebaiknya menggunakan jalan-jalan di pinggir kota.
3.         Melakukan penghijauan kota, karena tumbuh-tumbuhan dapat menghasilkan oksigen pada siang hari di samping menyerap karbon dioksida dari udara. Oleh alam, hujan yang turun menyebabkan kotoran di udara berkurang dan angin akan menyebabkan kotoran di udara tersebar luas, sehingga tidak terkonsentrasi pada daerah tertentu.




BAB III
PENUTUP

A.           Kesimpulan
Pencemaran udara dapat berasal dari udara itu sendiri, asap kendaraan bermotor, asap pabrik, efek rumah kaca adalah sumber-sumber pencemaran udara. Berbagai zat kimia yang berbahaya dapat merusak kesehatan kita, penyakit-penyakit dapat timbul karena efek pencemaran udara. Selain penyakit, dari segi ekonomi, pendidikan dan sosial budaya penecemaran udara dapat memberikan efek negatif, dan memberikan hal yang tidak baik untuk masa depan negara kita.
Maka dari itu perlu adanya perubahan peraturan dari pemerintah dalam hal pengaturan pengelolaan limbah pabrik dan jumlah kendaraan bermotor. Jumlah kendaraan bermotor yang semakin banyak diiringi oleh jumlah masyarakat yang semakin banyak dapat memperparah pencemaran udara.
Usaha yang keras juga harus juga dimiliki oleh warga negara, karena tanpa usaha tersebut maka walaupun pemerintah berusaha yang keras tidak akan memberikan hasil yang maksimal sehingga dapat menyegarkan bumi kita kembali seperti dulu kala.

B.            Saran
Saran yang dapat diambil dari makalah ini adalah :
-          Pengurangan efek rumah kaca
-          Reboisasi hutan yang gundul
-          Pengurangan jumlah kendaraan bermotor, dan standarisasi emisi gas buang kendaraan bermotor.
-          Penanaman hutan kota
-          Peningkatan jumlah kendaraan massal
-          Pengurangan jumlah industri yang dapat menyebabkan pencemaran udara dan peraturan yang dipertegas
DAFTAR PUSTAKA


Buku “Lingkungan Hidup”, Mahkota Offset – Jakarta.

Share