Nasa, Misi Pertama Pencarian Planet Seperti Bumi


WASHINGTON,RABU-NASA kini sedang mempersiapkan peluncuran pesawat antariksa Kepler, dengan teleskop antariksa baru yang untuk pertama kalinya akan mampu mendeteksi berbagai planet seperti Bumi di luar tata surya.

Kepler dijadwalkan akan diluncurkan dengan roket Delta II dari Pangkalan AU Tanjung Canaveral, di Frolida, pada 5 Meret pukul 10:48 waktu setempat atau 6 Maret pukul 10:48 WIB.

Misi tersebut merupakan misi pertama Badan Antariksa dan Aeronautika (NASA) AS dalam pencarian planet-planet yang mengorbit berbagai matahari sama seperti Matahari kita, pada jarak dan temperatur yang tepat sehingga memungkinkan adanya air yang mendukung kehidupan.


"Kepler akan merintis jalan menuju tapal batas tak dikenal pada galaksi kita, Bima Sakti. Dan berbagai penemuannya boleh jadi akan mengubah secara mendasar pandangan manusia atas galaksi tersebut," kata direktur astrofisika pada badan antariksa itu di kantor pusatnya Washington, Jon Morse, dalam jumpa persnya, seperti dilaporkan AFP, Rabu (4/3).

"Sensus keplanetan Kepler akan menjadi penting sekali bagi pemahaman banyaknya planet seperti Bumi pada galaksi kita dan perencanaan misi-misi yang akan mendeteksi secara langsung dan mengenali ciri-ciri dunia-dunia seperti ini di sekitar bintang-bintang di dekatnya," imbuhnya.

Dilengkapi dengan kamera terbesar yang pernah diluncurkan ke antariksa, yang dikenal sebagai charged couple devices (CCD) 95 megapiksel, teleskop Kepler mampu mendeteksi bintang-bintang yang berkedip secara berkala akibat tertutup planet-planet saat benda langit itu melintas di dekat bintang-bintang tersebut.

Dengan biaya hampir 600 juta dollar, misi Kepler akan berlangsung selama tiga tahun dan meneliti lebih dari 100.000 bintang seperti Matahari di kawasan konstelasi Angsa dan Lira di galaksi Bima Sakti.

Tak terlalu panas dan juga dingin

Menurut William Borucki, penyelidik utama Kepler yang berkedudukan di Pusat Riset Ames, NASA, di California, proyek itu akan menemukan tempat-tempat dimana kondisi sempurna untuk mendukung kehidupan. "Apa yang menarik perhatian dalam penemuan kami adalah planet-planet itu tak terlalu panas dan tak terlalu dingin. Suhunya cukup memadai," katanya. "Kami akan mencari planet-planet dengan suhu yang betul-betul memadai bagi adanya air cair di permukaan planet."

Teleskop itu, yang siap memelototi sebuah tempat di langit dalam seluruh misinya, mampu melihat bintang-bintang yang kedipannya dipengaruhi planet-planet.

"Planet-planet seperti Bumi di kawasan yang dapat dihuni secara teoritis akan memerlukan waktu setahun untuk mengorbit. Jadi rentang kehidupan tiga tahun Kepler akan memungkinkan proyek itu untuk memastikan kehadiran sebuah planet dengan mengamati dampaknya yang tak kentara atas bintang-bintang yang diedarinya," kata NASA dalam sebuah pernyataannya.

"Jika kami menemukan banyak planet, ia tentu saja mengandung arti bahwa kehidupan boleh jadi suatu yang lazim di seluruh galaksi kita, dan ada peluang bagi kehidupan untuk memiliki tempat berkembang," kata Boeucki.

"Jika planet tak ditemukan atau hanya sedikit ditemukan, itu boleh jadi menegaskan bahwa planet-planet yang dapat didiami seperti Bumi sangat jarang dan Bumi kemungkinan satu-satunya pos terdepan bagi kehidupan," katanya

Share

Popular Posts

Makalah Candi Prambanan

BAB I PENDAHULUAN I.          LATAR BELAKANG Sejarah Candi Prambanan Candi Prambanan merupakan kelompok candi yang dibangun oleh raja-raja Dinasti Sanjaya pada abad IX. Ditemukannya tulisan nama Pikatan pada candi menimbulkan pendapat bahwa candi ini dibangun oleh Rakai Pikatan yang kemudian diselesaikan oleh Rakai Balitung berdasarkan prasasti berangka 856 M “Prasasti Siwargrarha” sebagai manifest politik untuk meneguhkan kedudukannya sebagai raja yang besar.Prasasti Siwargrarha tahun 856 M yang dikeluarkan oleh Rakai Pikatan tidak diketahui asalnya, kini disimpan di Museum Nasional Jakart a. Pr asasti ini mulai menarik perhatian setelah J.G. De Casparis berhasil menguraikan dan membahasnya. Menurut Casparis ada 3 hal penting dalam prasati tersebut, yaitu: Bahasanya merupakan contoh tertua prasasti yang berangka tahun yang ditulis dalam puisi Jawa kuna; Isinya memuat bahan-bahan atau peristiwa-peristiwa sejarah yang sang...

Biografi Cut Nyak Dhien - Pahlawan Nasional Indonesia

Cut Nyak Dhien lahir di Lampadang, Kerajaan Aceh, 1848 , seorang Pahlawan Nasional Indonesia dari Aceh yang berjuang melawan Belanda pada masa Perang Aceh, Cut Nyak Dhien dilahirkan dari keluarga bangsawan yang taat beragama di Aceh Besar, wilayah VI Mukim pada tahun 1848. Ayahnya bernama Teuku Nanta Setia , seorang uleebalang VI Mukim, yang juga merupakan keturunan Machmoed Sati, perantau dari Sumatera Barat. Machmoed Sati mungkin datang ke Aceh pada abad ke 18 ketika kesultanan Aceh diperintah oleh Sultan Jamalul Badrul Munir. Oleh sebab itu, Ayah dari Cut Nyak Dhien merupakan keturunan Minangkabau. Ibu Cut Nyak Dhien adalah putri uleebalang Lampagar. Pada masa kecilnya, Cut Nyak Dhien adalah anak yang cantik. Ia memperoleh pendidikan pada bidang agama (yang dididik oleh orang tua ataupun guru agama) dan rumah tangga (memasak, melayani suami, dan yang menyangkut kehidupan sehari-hari yang dididik baik oleh orang tuanya). Banyak laki-laki yang suka pada Cut Nyak Dhien dan berus...

Biografi Pangeran Antasari

Pangeran Antasari (lahir di Kayu Tangi, Banjar, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, 1797 atau 1809 – meninggal di Bayan Begok, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, 11 Oktober 1862 pada umur 53 tahun) adalah seorang Pahlawan Nasional Indonesia. Sebagai seorang pangeran, ia merasa prihatin menyaksikan kesultanan Banjar yang ricuh karena campur tangan Belanda pada kesultanan semakin besar. Gerakan-gerakan rakyat timbul di pedalaman Banjar. Pangeran Antasari diutus menyelidiki gerakan-gerakan rakyat yang sedang bergolak. Ia meninggal karena penyakit paru-paru dan cacar di pedalaman sungai Barito, Kalimantan Tengah. Kerangkanya dipindahkan ke Banjarmasin dan dimakamkan kembali di Taman Makam Perang Banjar Banjarmasin Utara, Banjarmasin. Perjuangan beliau dilanjutkan oleh puteranya Sultan Muhammad Seman dan mangkubumi Panembahan Muda (Pangeran Muhammad Said) serta cucunya Pangeran Perbatasari (Sultan Muda) dan Ratu Zaleha. Pada 14 Maret 1862, beliau dinobatkan...

Nasa, Misi Pertama Pencarian Planet Seperti Bumi


WASHINGTON,RABU-NASA kini sedang mempersiapkan peluncuran pesawat antariksa Kepler, dengan teleskop antariksa baru yang untuk pertama kalinya akan mampu mendeteksi berbagai planet seperti Bumi di luar tata surya.

Kepler dijadwalkan akan diluncurkan dengan roket Delta II dari Pangkalan AU Tanjung Canaveral, di Frolida, pada 5 Meret pukul 10:48 waktu setempat atau 6 Maret pukul 10:48 WIB.

Misi tersebut merupakan misi pertama Badan Antariksa dan Aeronautika (NASA) AS dalam pencarian planet-planet yang mengorbit berbagai matahari sama seperti Matahari kita, pada jarak dan temperatur yang tepat sehingga memungkinkan adanya air yang mendukung kehidupan.


"Kepler akan merintis jalan menuju tapal batas tak dikenal pada galaksi kita, Bima Sakti. Dan berbagai penemuannya boleh jadi akan mengubah secara mendasar pandangan manusia atas galaksi tersebut," kata direktur astrofisika pada badan antariksa itu di kantor pusatnya Washington, Jon Morse, dalam jumpa persnya, seperti dilaporkan AFP, Rabu (4/3).

"Sensus keplanetan Kepler akan menjadi penting sekali bagi pemahaman banyaknya planet seperti Bumi pada galaksi kita dan perencanaan misi-misi yang akan mendeteksi secara langsung dan mengenali ciri-ciri dunia-dunia seperti ini di sekitar bintang-bintang di dekatnya," imbuhnya.

Dilengkapi dengan kamera terbesar yang pernah diluncurkan ke antariksa, yang dikenal sebagai charged couple devices (CCD) 95 megapiksel, teleskop Kepler mampu mendeteksi bintang-bintang yang berkedip secara berkala akibat tertutup planet-planet saat benda langit itu melintas di dekat bintang-bintang tersebut.

Dengan biaya hampir 600 juta dollar, misi Kepler akan berlangsung selama tiga tahun dan meneliti lebih dari 100.000 bintang seperti Matahari di kawasan konstelasi Angsa dan Lira di galaksi Bima Sakti.

Tak terlalu panas dan juga dingin

Menurut William Borucki, penyelidik utama Kepler yang berkedudukan di Pusat Riset Ames, NASA, di California, proyek itu akan menemukan tempat-tempat dimana kondisi sempurna untuk mendukung kehidupan. "Apa yang menarik perhatian dalam penemuan kami adalah planet-planet itu tak terlalu panas dan tak terlalu dingin. Suhunya cukup memadai," katanya. "Kami akan mencari planet-planet dengan suhu yang betul-betul memadai bagi adanya air cair di permukaan planet."

Teleskop itu, yang siap memelototi sebuah tempat di langit dalam seluruh misinya, mampu melihat bintang-bintang yang kedipannya dipengaruhi planet-planet.

"Planet-planet seperti Bumi di kawasan yang dapat dihuni secara teoritis akan memerlukan waktu setahun untuk mengorbit. Jadi rentang kehidupan tiga tahun Kepler akan memungkinkan proyek itu untuk memastikan kehadiran sebuah planet dengan mengamati dampaknya yang tak kentara atas bintang-bintang yang diedarinya," kata NASA dalam sebuah pernyataannya.

"Jika kami menemukan banyak planet, ia tentu saja mengandung arti bahwa kehidupan boleh jadi suatu yang lazim di seluruh galaksi kita, dan ada peluang bagi kehidupan untuk memiliki tempat berkembang," kata Boeucki.

"Jika planet tak ditemukan atau hanya sedikit ditemukan, itu boleh jadi menegaskan bahwa planet-planet yang dapat didiami seperti Bumi sangat jarang dan Bumi kemungkinan satu-satunya pos terdepan bagi kehidupan," katanya

Share